EQ Parenting Seminar with Tunas Bangsa School

Kecerdasan Emosi (EQ) adalah sebuah kompetensi wajib yang harus dimiliki oleh semua orang, termasuk dalam melakukan parenting. Itu sebabnya pada tanggal 12 April yang lalu, Sekolah Tunas Bangsa Serpong mengundang Josua Iwan Wahyudi, Master Trainer EQ Indonesia untuk memberikan seminar kepada para orang tua mengenai pentingnya EQ dalam kehidupan seseorang.

Dalam seminar ini, Josua Iwan Wahyudi sebagai pakar dan trainer EQ menjelaskan bagaimana terbentuknya pola-pola emosi yang mempengaruhi perilaku dan pola tindakan seseorang secara jangka panjang. Disini para orang tua mulai diajak untuk menyadari betapa pentingnya peran mereka dalam membentuk pola-pola dasar emosional seorang anak yang nantinya akan berpengaruh kepada kesuksesan mereka saat dewasa.

Josua Iwan Wahyudi dengan pengalamannya memberikan training EQ pada bervariasi tipikal orang juga memberikan contoh-contoh nyata bagaimana EQ (Kecerdasan Emosi) bisa dipraktekkan dan diajarkan bahkan sejak usia dini. Selama 2 sesi kurang lebih 300 orang tua murid memperoleh ilmu dan pembelajaran yang fresh serta membentu mereka untuk lebih terdorong berperan aktif dalam meningkatkan Kecerdasan Emosi (EQ) baik untuk anak mereka, maupun untuk diri mereka sendiri.


EQ Seminar with ISRA Tasikmalaya

Setelah tahun lalu organisasi Indonesia Sejahtera (ISRA) mengundang Master trainer EQ Indonesia untuk memberikan seminar EQ di Cirebon, kini giliran Tasikmalaya juga mengadakan acara serupa. Pada tanggal 20 Februari 2013 yang lalu, Master trainer EQ Indonesia berkesempatan untuk berbicara mengenai EQ di depan sekitar 100 peserta dari berbagai latar belakang profesi.

Selama sekitar 75 menit memberikan pemaparan tentang EQ, para pesera mengalami sangat banyak pencerahan dan ini bisa dilihat dari banyaknya pertanyaan dan antusiasme mereka untuk mengetahui lebih dalam mengenai EQ dalam sesi tanya jawab. Selama sekitar 30 menit waktu tanya jawab ternyata tidak cukup memuaskan peserta hingga banyak yang melakukan sesi tanya jawab setelah seminar usai.

Meski hanya 1 sesi seminar, tapi peserta merasa bahwa seminar ini berbeda dengan kebanyakan seminar yang mereka ikuti karena Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi menyampaikan hal yang aplikatif dan menjawab permasalahan yang terjadi sehari-hari, sehingga peserta merasa diperlengkapi dengan tools dan tips EQ untuk menjadi lebih cerdas secara emosi.


Motivational Session with Finnet Indonesia

Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-7, pada tanggal 28 Januari 2013, PT. Finnet Indonesia mengundang Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi untuk memberikan seminar dan pencerahan kepada hampir 150 orang karyawan mulai dari level staff hingga level direksi. Selama kurang lebih 100 menit, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi membawakan materi dengan sangat fun, seru, interaktif, dan sangat inspiratif.

Dalam sesi ini, Master trainer EQ Indonesia, Josua Iwan  Wahyudi menjelaskan pentingnya mengetahui 4 rahasia keunggulan untuk memampukan diri dan perusahaan bersaing dengan kompetisi bisnis baik sebagai organisasi maupun individu. Dengan beberapa kasus nyata dan bahkan melalui tips aplikatif, para peserta langsung dilatih untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan mentalitas mereka dalam menghadapi berbagai kendala yang mungkin terjadi.

Di akhir sesi, CEO Finnet Indonesia, Bp. Walden R. Bakara menyatakan sangat tercerahkan dengan sesi dari Master EQ Trainer Indonesia, Josua Iwan Wahyudi dan beliau juga menambahkan beberapa pesan untuk menutup sesi motivasi siang itu.


EQ Training with SBR

Sekolah Bogor Raya (SBR) di awal tahun 2013 ini mengundang Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi untuk memberikan training Kecerdasan Emosi (EQ) kepada sekitar 75 guru-guru mereka baik guru lokal maupun guru ekspatriat. Selama 2 sesi, Master Trainer EQ indonesia, Josua Iwan Wahyudi memberikan pemahaman pentingnya EQ bagi para guru dan dalam perkembangan anak didik mereka. Melalui contoh-contoh dan kasus nyata yang terjadi sehari-hari, para guru menjadi paham bagaimana munculnya pola emosional yang berujung pada pola perilaku seseorang.

Selain memberikan fundamental mengenai pola emosional, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi juga memberikan tips bagaimana mengajarkan EQ sejak dini kepada anak didik peserta. Melalui penjelasan 4 kompetensi EQ, para pendidik menjadi paham bahwa EQ ternyata bisa diajarkan dan dilatih kepada para murid tanpa harus melalui kurikulum formal.

Banyaknya pertanyaan dan kasus yang diajukan para guru menunjukkan betapa besarnya antusias para guru untuk mendalami EQ dan mereka sangat menikmati 2 sesi pembelajaran bersama Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi.


Waspadai Text Communication!

Sebagai pakar Kecerdasan Emosi (EQ) selama  bertahun-tahun, saya mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan komunikasi manusia, baik dalam organisasi, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari, saya menjumpai ada beberapa problem komunikasi yang menjadi akar munculnya masalah dan herannya problem ini terus berulang-ulang seolah-olah hampir tak ada orang yang menyadari bahwa itu adalah sebuah masalah.

Dalam workshop Communication Skill yang saya adakan, ada salah satu sesi yang secara khusus membahas mengenai Text Communication atau berkomunikasi dengan menggunakan tulisan (teks). Dalam sesi ini saya selalu mengatakan bahwa “berkomunikasi dengan tulisan saja, adalah salah satu bentuk level komunikasi TERENDAH!”

Apa yang saya maksudkan sebagai level komunikasi terendah? Artinya berkomunikasi hanya dengan menggunakan teks saja, sangat rentan terhadap munculnya kesalahpahaman. Itu sebabnya, untuk hal-hal yang sifatnya penting dan urgent, saya tak pernah menyarankan untuk dikomunikasikan dengan menggunakan tulisan (kecuali dengan alasan yang amat sangat terpaksa).

Masalahnya, adanya SMS, email, BBM, dan social media membuat kita semakin malas berkomunikasi langsung dan lebih memilih “jalan pintas” yang cepat dan mudah (bahkan murah) dengan menggunakan pesan-pesan teks.

.

Setidaknya, ada 3 alasan mengapa komunikasi menggunakan teks bisa menjadi sangat berbahaya dan rentan terhadap terjadinya miskomunikasi:
.

1. TULISAN TAK BERNADA

Di dalam tulisan sama sekali tidak ada intonasi dan nada. Siapa yang menjadikannya berintonasi dan bernada? Tentu saja si pembaca! Artinya, Anda menyerahkan sepenuhnya control persepsi isi pesan kepada pembaca. Tentunya, dengan adanya tanda baca dan beberapa symbol tulisan bisa menolong kita untuk membuat pembaca mengarah pada intonasi tertentu. Tapi masalahnya, tidak semua orang (bahkan hanya sedikit orang) yang punya skill untuk mengolah tulisan hingga menjadi bernada dan “hidup”

Belum lagi kalau Anda memakai SMS, BBM, dan ruang media yang membatasi jumlah karakter tulisan Anda, maka kita cenderung melupakan semua tanda baca dan persepsi orang yang membacanya. Disinilah banyak mispersepsi terjadi.
.

2. TULISAN TAK BEREKSPRESI

Anda tak pernah bisa menebak bagaimana perasaan dan ekspresi emosional sang penulis. Bisa saja dia menuliskan seolah-olah marah, padahal sebenarnya dia biasa saja. Atau sebaliknya, bisa saja tulisannya seolah-olah dia tidak apa-apa, padahal dia sebenarnya marah. Inilah kelemahan komunikasi lewat tulisan. Dengan bertatap muka, atau minimal hanya mendengar suara saja, kita jauh lebih mudah untuk menebak bagaimana reaksi emosional dan isi pikiran lawan bicara kita yang sesungguhnya.

.

3. TULISAN TERBATAS RUANG DESKRIPSINYA

Mendeskripsikan sesuatu lewat tulisan dibutuhkan sebuah skill khusus. Itu sebabnya tidak semua bisa menjadi penulis dan bahkan ada jabatan atau profesi Copywriter yang pekerjaannya memang merancang sebuah tulisan dan kalimat yang seefektif mungkin dalam menyampaikan suatu informasi. Tentu saja dalam komunikasi sehari-hari di pekerjaan dan hidup Anda, mustahil untuk menyewa “copywriter pribadi” untuk menuliskan semua pesan Anda. Itu sebabnya kadangkala SMS singkat yang sederhana saja bisa menjadi sumber konflik karena tak mampu mendeskripsikan apa isi pikiran kita sebenarnya.
.

Meski tulisan sangat menolong kita berkomunikasi, seperti Anda sedang membaca tulisan saya saat ini. Namun, tetap saja penggunaan tulisan dalam berkomunikasi membutuhkan perhatian dan harus diwaspadai agar tidak menjadi masalah.

Self awareness adalah salah satu kompetensi Kecerdasan Emosi (EQ). Menerapkan EQ dalam komunikasi teks sangatlah sederhana, cukup sadari dan waspadai apa yang Anda tulis dan perkirakan apakah tulisan itu bisa dipersepsikan secara benar dan tepat oleh tipikal orang yang membaca pesan Anda. Let’s emotionally smart!

.
by Josua Iwan Wahyudi
Master Trainer EQ Indonesia
follow @josuawahyudi


Atasi Ketakutan dengan EQ

Baru saja saya sedang browsing dan menemukan banyak fakta menarik. Dari fakta-fakta itu, saya tergoda untuk mengeksplorasi lebih jauh dan menarik makna pembelajaran darinya.

Salah satu fakta menarik yang saya temukan adalah: Thomas Alfa Edison, sang penemu bohlam lampu yang sangat ternama itu, ternyata memiliki masalah dengan kegelapan. Thomas takut gelap! Mengetahui fakta ini membuat kita dengan segera berkata, “Pantas saja dia berusaha sekuat itu untuk menemukan cahaya!”

Tapi jika kita telaah lebih jauh dan dikaitkan dengan konsep Kecerdasan Emosi (EQ), maka ini menjadi sebuah pembelajaran yang menarik. Dalam setiap kelas seminar dan workshop Kecerdasan Emosi (EQ) yang saya bawakan, saya memberikan definisi saya terhadap arti Cerdas Emosi:

“Kemampuan untuk MENYADARI dan MEMBERDAYAKAN perasaan-perasaan KITA SENDIRI maupun ORANG LAIN, untuk memberikan hasil yang lebih produktif.”

Banyak sekali definisi Kecerdasan Emosi (EQ) yang membingungkan dan rumit sehingga membuat kita sulit sekali memahami apa arti sesungguhnya dari orang yang cerdas emosi.

Jika memakai definisi yang saya kemukakan, maka kita bisa mengatakan bahwa Thomas Alfa Edison berhasil menerapkan salah satu kompetensi EQ, yaitu keberhasilannya dalam MEMBERDAYAKAN rasa takutnya terhadap gelap.

Banyak orang ketika ia merasa takut terhadap sesuatu, rasa takut itu justru menguasai dia sehingga ia tak mampu melakukan apa-apa dan akhirnya rasa takut itu menghancurkan hidupnya. Misalnya, ada orang yang takut gagal ketika disuruh presentasi dalam bahasa inggris, sehingga setiap kali dia akan menolak dan menghindari pekerjaan presentasi atau klien yang berbahasa inggris.

Sementara, ada segelintir orang yang karena takut gagal saat presentasi bahasa inggris, ia segera mengambil waktu untuk belajar bahasa inggris secara intens dan berulang-ulang melatih presentasi berbahasa inggris. Tentu saja, orang kedua ini akan memberikan hasil yang lebih produktif karena ia berhasil “memanfaatkan” rasa takutnya untuk mengasah kemampuan presentasi bahasa inggrisnya.

Contoh lain, ada orang yang takut ditolak cewek maka ia sampai selamanya tak mau mendekati cewek dan selalu menghindari pertemanan dengan cewek. Sementara, beberapa orang karena takut ditolak cewek, mereka berusaha belajar, mengubah diri, dan meng’grade berbagai hal. Artinya, melalui rasa takut yang sama, ada orang yang tidak berbuat apa-apa, sementara sebagian orang menggunakan rasa takut itu untuk membuat dirinya menjadi lebih baik.

Inilah yang disebut dengan Kecerdasan Emosi (EQ). Inilah yang disebut dengan MENYADARI dan MEMBERDAYAKAN perasaan diri-sendiri untuk hasil yang lebih produktif.

Sekarang, apa ketakutan Anda? Lalu cobalah pikirkan, tindakan apa yang bisa Anda lakukan untuk mengalahkan ketakutan itu sekaligus memberikan hasil yang produktif?

by Josua Iwan Wahyudi
Master trainer EQ indonesia
follow @josuawahyudi


EQ Certification batch 2

Pada tanggal 28-30 Juni 2012 yang lalu, untuk kedua kalinya, Shifthink mengadakan workshop sertifikasi EQ. Sebagai trendsetter pengembangan EQ di Indonesia, Shifthink merupakan yang pertama dan masih satu-satunya lembaga yang membuat training EQ bersertifikasi dengan kualitas dan metode pelatihan tingkat AA+ atau berstandar internasional!

Selama 3 hari penuh EQ trainer yang sudah berpengalaman, bersertifikasi internasional, Josua Iwan Wahyudi memberikan berbagai macam pelatihan kepada setiap peserta yang merupakan para top leader dari berbagai perusahaan. Dengan menggunakan berbagai simulasi dan metode ter’update, dan menggunakan Shifthink EQ Crystal Model, para peserta mengakui betapa mudah dan dahsyatnya penerapan EQ dalam kehidupan mereka. Bahkan tidak butuh waktu terlalu lama, begitu mereka selesai pelatihan, para peserta memberikan testimoni betapa mudahnya mempraktekkan EQ dalam meningkatkan produktifitas dan kualitas tindakan mereka.

Dengan gaya delivery yang ringan, menyenangkan, dan sangat kreatif, peserta juga merasa bahwa pelatihan sertifikasi EQ ini sangat berbeda. Karena EQ trainer, Josua Iwan Wahyudi, membawakan pelatihan dengan sangat interaktif dan jauh dari kesan pelatihan yang rumit, ruwet, serta membosankan. Berbagai tools dan assessment yang diberikan juga sangat akurat dan menolong peserta dalam memahami tentang diri mereka dan memahami bagaimana harus berinteraksi dengan orang lain.

Inilah komentar beberapa peserta beberapa hari setelah pelatihan selesai:

“…ternyata tidak sulit, asalkan kita “Activaticng” saja secara otomatis mengosongkan gelas emosi benar-benar tidak memerlukan banyak waktu. Awalnya ini nggak masuk rasio saya, namun ternyata efektif banget dan membuat pemikiran kita lebih produktif, Thanx Pak Iwan atas semangatnya!”

“selama 1 jam saya sharingkan apa yang saya dapatkan pada saat pelatihan kepada rekan-rekan bawahan di kantor secara sekilas tentang pentingnya mengembangkan kemampuan emosional baik di kantor, di rumah, dipergaulan maupun di berbagai kesempatan. Antusias merebak, dan minta diadakan sesi khusus untuk mengupas masalah ini setiap hari jumat sejam-sejam!”

“Saya biasanya langsung meledak kalau menghadapi customer yang komplain, tapi aneh sekali, sekarang saya bisa tenang sekali menghadapi mereka dan malah bisa mengambil keputusan yang wise dan saya yakin kalau dulu saya tidak akan bisa mengambil keputusan seperti itu!”

Jadi, kalau banyak orang sudah merasakan manfaatnya dengan sangat cepat dan signifikan, apalagi yang Anda tunggu? bergabunglah segera dengan pelatihan sertifikasi EQ di batch berikutnya!


Leadership Rendezvous 2012

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa seorang bos memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan kinerja sebuah tim/perusahaan. Itu sebabnya skill leadership menjadi salah satu hal yang sangat fundamental untuk para pemimpin. Dengan alasan inilah Shifthink mengadakan sebuah event bernama Leadership Rendezvous yang bertujuan untuk mengumpulkan para leader dari berbagai perusahaan untuk diupgrade pemahaman dan pengetahuan mereka dalam dunia leadership.

Bersama dengan sekitar 65 orang peserta lebel leader dari berbagai industri perusahaan, Pada tanggal 23 Juni 2012 yang lalu, Shifthink mengumpulkan 4 pembicara kelas atas yang sudah berpengalaman dan sering berbicara mengenai topik leadership untuk mensharingkan tentang pentingnya Kecerdasan Emosi (EQ) dalam sebuah kepemimpinan. Secara spesifik EQ menjadi topik yang dibahas dari berbagai sudut sesuai pengalaman dan expertise masing-masing pembicara.

Di sesi pertama, Josua Iwan Wahyudi yang dikenal sebagai Master Trainer EQ Indonesia, yang sudah berpengalaman mempraktekkan dan mengajarkan EQ kepada berbagai level audience, membuka pertemuan dengan menjelaskan banyaknya kasus-kasus masalah yang terjadi dalam organisasi dan pekerjaan diakibatkan oleh karena kurangnya level EQ para leader. Sebagai EQ trainer Indonesia, berbekal pengalaman studi kasus yang didapat dari berbagai EQ workshop yang diadakan maupun hasil diskusi banyak leader, Josua Iwan Wahyudi memaparkan dilema kepemimpinan yang dialami oleh para leader yang sering tidak disadari.

Kemudian Ibu Mien Uno mendapatkan giliran untuk menjelaskan mengenai topik Result vs People dimana keduanya sebenarnya merupakan keseimbangan yang harus dilakukan oleh seorang leader. Dalam sesi talkshow pun, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi memandu dengan memberikan beberapa pertanyaan fundamental mengenai topik ini kepada Ibu Mien Uno.

Kemudian di sesi kedua, giliran Bp. Paulus Bambang WS yang merupakan Deputy Director Astra International lebih mendalam menjelaskan mengenai apakah EQ Leadership dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan contoh-contoh kasus yang umum dijumpai, beliau lebih memperkuat semua pembicaraan dan pembahasan yang dilakukan di sesi sebelumnya dan menembak secara spesifik dari sisi aplikasinya.

Setelah sesi makan siang, Bp. Irvandi Ferizal selaku HR Director Kraftfoods berkesempatan untuk menjelaskan mengenai topik Youngster in Leadership. Dalam sesi talkshow seru yang dipandu Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi, topik semakin seru mengarah kepada bagaimana memimpin para karyawan yang berbeda generasi. Dari banyaknya pertanyaan menunjukkan bahwa ternyata perbedaan generasi ini sadar tidak sadar sudah muncul menjadi sebuah permasalahan baru dalam kepemimpinan dan melalui sesi ini banyak dibahas bagaimana EQ menolong para leader untuk lebih memahami dan memimpin tim yang berbeda generasi dengan mereka.

Dan di sesi terakhir, sekali lagi Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi menjelaskan tentang topik Motivational Factor. Sebagai leader yang memiliki EQ tinggi sudah seharusnya setiap leader mengetahui apa dan bagaimana menggunakan motivational factor yang berbeda-beda dari masing-masing bawahan mereka. Dengan beberapa contoh aplikatif, peserta dibukakan satu-persatu mengenai apa saja motivational factor setiap orang dan bagaimana penggunaannya dalam usaha memimpin setiap orang.


Master Trainer EQ at Indonesian Idol

Josua Iwan Wahyudi sebagai seorang trainer EQ pada tanggal 10 Juni 2012 dipercaya untuk memberikan EQ coaching kepada 4 besar Indonesian Idol 2012. Karena fase ini merupakan fase kritis dimana biasanya kontestan Indonesian Idol mulai mengalami kejenuhan mental dan kelelahan secara emosional, maka sebagai Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi memberikan beberapa tips untuk memiliki ketahanan emosional dalam menghadapi tekanan dan stres yang diakibatkan oleh ketatnya jadwal kegiatan, persaingan kompetisi, dan tekanan dari kepercayaan pihak fans dan pendukung masing-masing.

Selama kurang lebih 75 menit, trainer EQ kita, Josua Iwan Wahyudi bersama dengan 4 bear Indonesian Idol yaitu Regina, Sean, Dion, dan Yoda, menjadikan suasana EQ coaching ini lebih seperti ngobrol dan banyak sharing-sharing santai, sehingga sesi coaching ini tidak menambah beban mental emosional kontestan.

Dengan demikian, Josua Iwan Wahyudi menjadi yang pertama dan satu-satunya EQ trainer di Indonesia yang pernah dipercayakan untuk memberikan EQ coaching kepada kontestan Indonesian Idol. Di akhir sesi coaching, Josua Iwan Wahyudi memberikan motivasi dan semangat kepada kontestan untuk terus berjuang dan memberi yang terbaik hingga akhir kompetisi, bahkan ketika mereka sudah berkarir lebih jauh dalam industri musik nantinya.


Master Trainer EQ at Journey to Success

Pada tanggal 26 Mei 2012, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi menjadi salah satu dari 3 pembicara dalam sebuah acara seminar sehari akbar bertajuk “Journey to Success”. Bersama pembicara handal ternama lainnya, yaitu Bapak Haryanto Kandani dan Bapak Darmadi Darmawangsa, Master Trainer EQ kita memberikan suntikan inspirasi kepada lebih dari 700 orang peserta di The Hall Senayan City.

Kali ini, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi banyak berbicara mengenai kaitan emosi sebagai elemen utama dalam kesuksesan di bidang apapun. Dalam sesi selama 2 jam ini, beliau menjelaskan adanya 3 hal mendasar yang sangat berpengaruh dalam pembentukan pola-pola emosi yang mengantarkan kepada kesuksesan. 3 hal tersebut adalah goal kita, belief kita, dan identitas kita. Bagaimana kita memandang ketiganya akan membentuk pola-pola emosi tertentu yang nantinya pola tersebutlah yang membentuk perilaku kita.

Di dalam sesi ini, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi juga memberikan beberapa simulasi untuk menolong peserta lebih memahami dan melihat langsung teknik-teknik yang diajarkan dalam seminar ini. Di akhir sesi, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi juga menunjukkan sebuah klip video bagaimana ketiga unsur yang sudah dibahas ketika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan hasil yang sangat luar biasa dalam kehidupan kita.