Seminar “CHANGE” with AIA

Menyongsong tahun 2015, AIA mengundang Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi untuk memberikan sesi inspirasi kepada 1300 pasukan Bancassurance AIA dari seluruh Indonesia! Dalam event yang berlokasi di grand ballroom Hotel Pullman pada tanggal 3 Desember 2014 ini, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi memberikan pencerahan mengenai kesiapan untuk selalu berkembang dan berubah mengikuti kecepatan perubahan zaman.

Dengan memaparkan contoh-contoh nyata yang terjadi, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi menunjukkan apa yang terjadi jika organisasi diisi oleh orang-orang yang tidak terbuka terhadap perubahan dan perkembangan situasi, dan lebih dari itu, beliau memberikan tips-tips aplikatif bagaimana agar setiap individu maupun secara organisasi, AIA siap untuk menerapkan perubahan-perubahan produktif tanpa terhambat oleh rintangan internal.

Dengan suasana dan atmosfir yang penuh antusiasme, 1300 peserta yang hadir, termasuk CEO dan juga Regional Director Asia Pacific, semuanya meresponi sesi ini dengan penuh semangat dan menunjukkan kesiapan mereka untuk berakselerasi dalam menyongsong tahun 2015.


EQ Coaching Finalis Rising Star Indonesia

Kali ini Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi diminta untuk memberikan sesi EQ coaching kepada 7 besar finalis Rising Star Indonesia 2014. Setelah sebelumnya, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi pernah diminta untuk memberikan EQ Coaching pada finalis Indonesian Idol 2012 dan 2014, kini giliran para finalis Rising Star Indonesia yang menikmatinya.

Dalam sesi coaching kali ini, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi memberikan tips-tips praktis kepada peserta untuk melakukan mood management, terutama berkaitan dengan ketatnya kompetisi dan melatih peserta untuk memiliki daya tahan emosional yang tangguh dalam menghadapi berbagai keadaan penuh pressure.

Dalam sesi kali ini banyak finalis yang mengaku mendapatkan “suntikan” semangat lagi setelah cukup jenuh mengikuti proses kompetisi yang penuh tekanan ketat. Para finalis mengaku mendapatkan bekal lebih untuk bagaimana mampu bertahan dan memiliki mentalitas lebih tangguh bukan hanya di kompetisi Rising Star Indonesia saja, tetapi juga dalam dunia industri musik nantinya.

Dengan antusias dan bersemangat seluruh finalis menyerap semua pembelajaran dan mendapatkan inspirasi langsung dari Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi.


SEQ Training for Collection CSFinance

Kali ini, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi diundang untuk memberikan training kepada 60 supervisor divisi collection dari CS Finance. Selama 4 sesi, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi memberikan berbagai macam tips dan simulasi untuk melatih dasar-dasar Spiritual Emotional Quotient peserta.

Dengan judul training “From Good to Great Life”, pada tanggal 6 November 2014, Bpk. Josua sebagai pakar EQ (Kecerdasan Emosi) mencoba secara step by step memberikan dasar-dasar SEQ melalui metode simulasi dan game yang fun dan interaktif. Bahkan, ada 1 sesi yang secara khusus digunakan untuk melakukan simulasi berkelompok yang didesain khusus oleh Master Trainer EQ Josua Iwan Wahyudi. Selama 1 sesi penuh, peserta mempelajari bagaimana kekuatan prinsip-prinsip SEQ dan bagaimana konsekuensi hidup di luar prinsip-prinsip tersebut.

Di akhir sesi, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi mengajak peserta untuk merefleksikan pekerjaan yang sudah mereka jalani selama ini dan menuntun peserta untuk menemukan makna lebih dari hanya sekedar bekerja untuk mencari uang. Disinilah kesadaran spiritual dan emosional peserta dibangkitkan untuk bisa lebih produktif, bijaksana, dan termotivasi secara murni untuk memberikan lebih dalam profesi mereka.


EQ Coaching Indonesian Idol 2014

Tanggal 5 April 2014, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi, kembali dipercaya untuk memberikan EQ Coaching kepada finalis Indonesian Idol, kali ini Master Trainer EQ Indonesia memberikan tips melakukan “mood management” kepada Husein, Gio, Virzha, dan Ubay (minus Yuka dan Nowella yang sedang sakit), yang masih bertahan dalam babak 6 besar Indonesian Idol 2014.

Dalam sesi EQ Coaching ini, Josua Iwan Wahyudi memberikan 3 tips praktis yang bisa dipraktekkan dengan sangat singkat untuk meningkatkan mood dan perasaan kita terutama dalam menghadapi kompetisi yang ketat, menghadapi situasi sulit yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan dalam menghadapi perjuangan meraih target.

Dengan memberikan banyak contoh nyata baik di industri musik maupun industri diluar musik, Master Trainer EQ  Indonesia, Josua Iwan Wahyudi, mencoba menunjukkan betapa pentingnya memiliki mood yang stabil dan memiliki kemampuan emotional management yang bisa memunculkan best performance dalam kondisi apapun. Dalam sesi ini, setiap finalis semakin menyadari betapa pentingnya memiliki mood management yang baik agar selalu bisa memberikan penampilan terbaik.


Bagaimana Level EQ Orang Indonesia?

Ini adalah pertanyaan yang sangat sering diajukan kepada saya dalam berbagai seminar, workshop, maupun training Kecerdasan Emosi (EQ) yang saya bawakan. Namun sebelum saya menjawab pertanyaan ini, ada beberapa hal yang mesti saya jelaskan dulu sebelumnya, agar Anda yang membaca artikel ini tidak salah paham.

Beberapa klarifikasi awal saya adalah:

1. Sampai saat ini belum ada survey atau riset yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk mengukur sampai seberapa level Kecerdasan Emosi (EQ) di Indonesia. Selain karena mencari metode dan alat ukur EQ yang akurat adalah hal yang tidak mudah, juga budaya riset di Indonesia memang harus diakui belum terlalu berkembang.

2. Mengukur level EQ masyarakat Indonesia tidak semudah mengukur level EQ kebanyakan negara lain. Mengapa? Karena keragaman bangsa Indonesia yang sungguh amat luas, besar, dan variatif. Ambil contoh saja, mengukur level EQ negara akan sangat mudah karena negara mereka hanyalah sebuah kota dengan ragam budaya yang hanya ada 3 mainstream (india,melayu,cina). Begitu pula dengan Malaysia yang juga hanya memiliki 2 pulau besar. Sedangkan Indonesia? Mengukur level EQ di Jawa mungkin hasilnya akan sangat berbeda dengan pengukuran di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan berbagai daerah lain. Sehingga untuk menyebutkan kata “level EQ Indonesia” menjadi lebih sulit karena kemudian kita bertanya-tanya, apakah Jawa mewakili Indonesia? Ataukah ketika semua hasil dikumpulkan dan di’rata-rata’kan, itu akan cukup representatif untuk mewakili Indonesia secara keseluruhan?

3. EQ sendiri tidak melulu berbicara mengenai anger management atau stress management. EQ tidak melulu cuma bicara mengenai menahan marah, menjadi sabar, atau lebih empatik. Ada beberapa komponen yang membentuk EQ secara keseluruhan. Maka ketika kita menemukan seseorang yang sering marah, kita tak bisa serta merta menyebutnya sebagai orang yang EQnya rendah karena masih ada komponen-komponen lain yang harus dilihat. Disinilah orang seringkali salah menilai dan mengukur EQ.

Nah, maka berdasar klarifikasi di atas, setidaknya saya akan mencoba menjawab pertanyaan “seberapa cerdaskah EQ masyarakat Indonesia?”

Sekali lagi, analisa saya tentu bukanlah hal yang absolut dan bisa digunakan secara ilmiah, namun, sebagai orang yang belajar EQ selama 8 tahun terakhir ini, setidaknya dari pengalaman di lapangan, ada beberapa indikasi kualitatif yang bisa kita pakai untuk melihat gambaran EQ masyarakat Indonesia.

Untuk membuat Anda lebih mudah memahaminya, saya akan menggunakan salah satu indikator yang paling banyak digunakan dan paling besar porsinya untuk menganalisa level EQ seseorang, yaitu:

IMPULSE CONTROL

Semua pakar EQ dunia, mulai dari Daniel Goleman, Peter Salovey, Reuben Baron, hingga lembaga pengembang EQ terbesar dunia macam TalentSmart dan Six Seconds setuju bahwa salah satu elemen terpenting dalam EQ adalah skill untuk melakukan Impulse Control. Apakah yang disebut dengan Impulse Control ini? Inilah kemampuan untuk mengendalikan desakan-desakan atau hasrat untuk melakukan sesuatu yang muncul secara menggebu-gebu.

Contohnya, ketika Anda marah, Anda dengan segera berhasrat untuk menunjukkan kemarahan Anda (bisa dengan ngomel, teriak, memukul, atau apapun), kondisi seperti itulah yang disebut dengan “impulse” Anda sedang menggelora. Bukan cuma marah, bisa juga ketika Anda lapar, tiba-tiba Anda melihat steik seharga 300 ribu rupiah dan Anda begitu menggebu-gebu ingin membelinya meski Anda tahu bahwa uang Anda cukup terbatas. Saat itulah impulse Anda sedang bergelora juga.

Atau, ketika Anda pacaran dan sedang berada dalam nuansa romantis, lalu tiba-tiba nafsu seksual Anda bangkit dan ingin mengajak (maaf) ML pacar Anda, saat itu impulse Anda juga sedang bergelora. Dan contoh lain, ketika Anda sedang jalan-jalan di mal dan melihat SALE bertebaran, lalu Anda ingin sekali melakukan shopping tak terencana. Saat itulah impulse Anda bergelora.

Konon, orang yang EQnya cerdas, mampu memasang “kendali” atas impulse mereka. Penelitian Marshmallow Test membuktikan bahwa mereka yang memiliki impulse control, masa depannya 2-4 kali lebih bahagia dan lebih baik daripada mereka yang impulse controlnya lemah.

Maka, berdasar indikator pertama ini, menurut Anda, seberapakah impulse control orang Indonesia? Bagaimana dengan gejala para pengemudi di jalanan yang mudah sekali hilang kendali dan melakukan kekerasan di jalanan? Bagaimana dengan masyarakat Indonesia yang susah menahan diri untuk beli gadget baru dan tergolong konsumtif terhadap barang apapun? Bagaimana dengan pejabat negri ini yang mudah sekali dan tanpa punya rem untuk memuaskan nafsu korupsi mereka? Bisakah ini menjadi indikasi bahwa cukup banyak masyarakat kita yang impulse control’nya rendah?

Bagaimana dengan kebanyakan masyarakat kita yang belum bisa menerima perbedaan dan dengan segera “menantang” orang/pihak lain yang berseberangan dengan mereka? Bagaimana pula dengan banyaknya aksi sok hebat dan pamer kekuasaan oleh orang-orang yang baru saja naik levelnya sedikit, bukankah ini juga indikasi ketidakmampuan mereka menahan impulse mereka untuk show off?

Dengan satu indikator ini saja, kita bisa punya gambaran seperti apa kurang lebih kecerdasan emosi kebanyakan masyarakat Indonesia. Belum lagi kalau saya berbicara tentang indikator lain seperti level confident, level empati, level asertiftas, level self awareness, level social awareness, maupun level consequential thinking mereka.

Tentu saja, saya bukan menjelekkan bangsa Indonesia, karena saya sendiri juga orang Indonesia. Namun artikel ini ditulis, untuk menunjukkan betapa EQ adalah PR utama yang perlu diselesaikan untuk bangsa ini. Kecerdasan Emosi (EQ) harusnya menjadi “kurikulum” wajib untuk proses pendidikan. Bukan hanya di sekolah, tapi juga oleh orang tua kepada anak, atasan kepada bawahan, penjual dan konsumen, termasuk juga dalam proses politik, budaya berorganisasi, budaya berkomunikasi, dan juga budaya kita beragama.

Marilah dimulai dari diri kita sendiri untuk meng’upgrade level EQ kita

-Josua Iwan Wahyudi
@josuawahyudi


EQ Training with Mandala Multifinance #2

Pada tanggal 19-20 Desember 2013, Shifthink kembali memberikan pelatihan EQ melalui program “Self Effective Management” yang diadakan bersama PT. Mandala Multifinance. Dalam angkatan kedua kali ini, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi, berbicara kepada 35 leader yang mayoritas adalah para Regional Manager dari Mandala Multifinance.

Training yang diadakan di Sentul Bogor ini dibawakan langsung oleh Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi dan beliau memberikan tools aplikatif bagaimana EQ diterapkan dalam pekerjaan yang berhubungan dengan operasional financing, terutama berkaitan dengan pekerjaan di lapangan. Karena profil peserta yang merupakan orang-orang lapangan yang sering berhubungan langsung dengan berbagai macam orang dan situasi yang penuh perubahan dinamis, disinilah Pak Josua “mengkonversikan” EQ menjadi tools yang bisa segera dipraktekkan dalam situasi-situasi penuh perubahan.

Dengan memberikan contoh kasus nyata dan melakukan praktek-praktek langsung, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi menuntun peserta untuk bukan hanya memahami apakah EQ itu, tetapi juga bahkan langsung bisa mempraktekkannya. Terutama dalam menghadapi tekanan yang berat, menghadapi berbagai jenis orang, membangun komunikasi yang efektif, dan juga bagaimana “membawakan” diri di hadapan orang lain.


Certified EQ Mentor Public Training

Shifthink kembali mengadakan program unggulannya yaitu program sertifikasi EQ Mentor (EQ Mentor Certification Program). Program premium dan eksklusif ini khusus diadakan bagi para pemimpin dan pembelajar yang ingin menguasai dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menjadi coach dan pemimpin yang mampu mengaplikasikan Kecerdasan Emosi (EQ) hingga level advance.

Kelas ini berlangsung pada tanggal 12-14 Desember 2013 di Hotel Ciputra Jakarta. Program sertifikasi EQ ini merupakan program certified PERTAMA dan masih tetap SATU-SATUNYA di Indonesia. Ini sesuai dengan komitmen Shifthink sendiri untuk lebih memasyarakatkan EQ dan melatih lebih banyak pemimpin yang memiliki kapasitas untuk mementor EQ orang lain sehingga tercipta lingkungan kerja dan lingkungan sosial yang lebih produktif, efektif, dan lebih “manusiawi”.

Selama 3 hari penuh, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi, yang pernah dipercaya untuk menjadi EQ Coach 4 besar Indonesian Idol 2012, memberikan berbagai pemahaman mengenai EQ mulai dari yang paling fundamental, hingga yang paling advance. Bahkan, Pak Josua menjamin bahwa kualitas materi kelas sertifikasi ini setara dengan kelas sertifikasi di luar negeri karena Master Trainer EQ kami, Josua Iwan Wahyudi, sudah mengintisarikan semua kurikulum EQ kelas internasional, dan mengkombinasikan dengan pengalamannya serta kasus-kasus yang terjadi di Indonesia.

Melalui banyak simulasi, praktek, dan juga latihan-latihan, para peserta bahkan langsung mengalami sendiri di tempat bagaimana pengaruh materi pembelajaran dan bagaimana mempraktekkan EQ dalam hitungan detik! Pembelajaran sendiri bukan hanya berlangsung di kelas, melainkan juga dalam suasana santai break dan juga lunch!

Selama 3 hari penuh, peserta disuguhkan materi berbobot kualitas internasional, namun dibawakan dan diajarkan dengan cara yang sangat ringan, fun, dan sangat aplikatif. Bahkan peserta mengakui bahwa kelas sertifikasi ini sangat mudah dipahami dan bisa segera dipraktekkan bahkan pada detik setelah selesai belajar.


EQ Training with Mandala Multifinance #1

Pada kesempatan kali ini, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi dipercaya untuk memberikan training EQ dengan judul pelatihan “Effective Self Management” untuk para leader dari PT. Mandala Multifinance. Sebanyak 35 leader mengikuti sesi pelatihan EQ selama 2 hari di Sentul, Bogor.

Training ini merupakan angkatan pertama dari 2 angkatan yang dijadwalkan oleh Mandala Multifinance. Kali ini, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi, banyak memberikan tips dan trik untuk menerapkan EQ dalam lingkungan pekerjaan kantor sehari-hari dan juga bagaimana menggunakan EQ untuk meningkatkan efektifitas dan produktifitas diri-sendiri baik dalam konteks pekerjaan maupun konteks kehidupan pribadi.

Melalui contoh-contoh kasus yang nyata dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi mencoba untuk “mengkonversikan” konsep EQ dalam bentuk praktek sederhana yang bisa segera diaplikasikan dalam pekerjaan para peserta. Selain itu, Pak Josua Iwan Wahyudi juga memberikan simulasi dan praktek-praktek yang langsung memperdalam pembelajaran dan membuat peserta semakin lebih paham secara langsung dengan materi yang diajarkan.


EQ Seminar “Smile for The Future”

Kali ini Josua Iwan Wahyudi sebagai Master Trainer EQ Indonesia diundang oleh Aethra Learning Center untuk menjadi pembicara tamu dalam campaign yang mereka adakan dengan tagline “Mentertawakan Indonesia”.

Aktifitas campaign ini terbagi menjadi 2 acara besar, yaitu festival Stand Up Comedy “Mentertawakan Indonesia” dan acara seminar “Smile for The Future” yang diadakan tanggal 19 September 2013 di Goethe Institute.

Di depan sekitar 80 orang peserta, Josua Iwan Wahyudi memaparkan bagaimana peran emosi yang sangat vital dalam mempengaruhi kesuksesan dan kebahagiaan hidup seseorang dan memberikan tips-tips praktis untuk mulai meningkatkan self emotional awareness dan juga melakukan practical mood management.

Dengan cara yang fun, bahasa yang sederhana, dan juga contoh-contoh yang real, peserta benar-benar dituntun oleh Josua Iwan Wahyudi untuk mempelajari fundamental EQ secara mudah, dan ringan. Disinilah keunggulan seorang Josua Iwan Wahyudi sebagai Master Trainer EQ Indonesia benar-benar diperlihatkan dan diakui oleh para peserta bagaimana mereka menjadi mengerti apa itu EQ dengan cara yang mudah.


EQ Training Sekolah Tunas Bangsa

Memasuki tahun ajaran yang baru, Sekolah Tunas Bangsa, sebagai salah satu sekolah swasta yang sangat concern dan memberikan perhatian khusus masalah character building, mengumpulkan seluruh guru, staf, dan kepala sekolah dari sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk diberikan pembekalan mengenai Kecerdasan Emosi (EQ) dan kaitannya dengan profesi mereka di bidang pendidikan.

Kali ini Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi, selama 1,5 hari sebanyak 5 sesi memberikan penjelasan dan paradigma baru mengenai EQ kepada sekitar 250 orang yang hadir. Melalui contoh-contoh nyata dalam bidang pendidikan, Josua Iwan Wahyudi memberikan pemahaman fundamental yang penting bagaimana para pendidik mampu meningkatkan EQ mereka dan sekaligus juga mampu mengajarkan EQ dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

Melalui beberapa simulasi, klip video, dan demo langsung, Josua Iwan Wahyudi menunjukkan expertise’nya yang kuat dalam bidang Kecerdasan Emosi (EQ) dan memperlihatkan bagaimana EQ bisa langsung dipraktekkan dengan cepat dan sederhana serta menjauhkan paradigma peserta dari kesan bahwa EQ sangat rumit dan sulit dilakukan.

Setelah pelatihan berakhir, banyak sekali pendidik yang merasa sangat terinspirasi dan tercerahkan dan Shifthink juga menerima banyak email dari peserta yang menyatakan komitmen mereka untuk lebih berdedikasi mengajarkan EQ kepada anak didik mereka.