Banyak orang bertanya, “Saya bingung dengan tim sales saya! Katanya jago jualan, tapi begitu direkrut kok payah penjualannya?”
Atau ada juga yang mengeluh “Saya dulu melihat dia ahli jualan di toko, begitu saya suruh jualan asuransi kok hasilnya nihil!”
Nah! Inilah yang seringkali dilewatkan para team leader. Ternyata para penjual pun memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan memiliki kesesuaian sendiri-sendiri dengan barang yang ia jual. Dengan memahami 5 tipe sales person ini, Anda akan memiliki kemampuan untuk mengorganisasi dan meng-upgrade tim sales Anda.
Langsung saja, inilah 5 tipe sales person itu:
1. Emotional Sales
Inilah jenis penjual yang pandai membangun hubungan, memiliki social skill yang tinggi dan cepat akrab dengan calon pembeli. Namun, umumnya, mereka adalah jenis penjual jangka panjang yang tidak bisa langsung serta merta menghasilkan pembelian dengan cepat. Umumnya mereka akan cocok dengan produk-produk yang berhubungan dengan kebutuhan emosional (gengsi, rasa aman, dan sebagainya). Bagi para calon pembeli jenis Intim dan Stabil dan bahkan Dominan sekalipun (tipe dalam DISC), para Emotional Sales akan sangat menyenangkan dan membantu meningkatkan kemungkinan untuk mereka membeli produk.
2. Sales “Guru”
Inilah jenis sales yang sangat menguasai profil teknis produk. Ia disukai calon pembeli karena kefasihan dan kemampuannya untuk menjelaskan produk secara detail dan meyakinkan. Sales jenis ini sangat diperlukan untuk produk-produk yang berkaitan dengan hal-hal teknis seperti mesin, alat-alat seperti komputer, mesin fotokopi, atau otomotif. Jenis sales ini juga sangat disukai oleh para calon pembeli yang berkarakter DISC Cermat.
3. Sales “Konsultan”
Sales ini adalah sales yang memiliki kemampuan untuk menganalisa kebutuhan calon pembeli dan bisa memberikan saran kepada mereka. Bahkan sales jenis ini bisa menjadi teman diskusi yang menyenangkan dan tidak jarang menjadi teman “curhat” juga. Bagi para calon pembeli yang kurang cermat dan tidak banyak tahu apa maunya sendiri, jenis sales ini bisa sangat memikat hati mereka karena meyakinkan pembeli melalui saran-saran mereka. Ada berbagai macam produk yang bisa dijual oleh sales jenis ini, terutama yang berkaitan dengan keluasan spesifikasi dan variasi produk yang banyak.
4. Sales Retail
Mereka disebut sales retail karena sesuai dengan industri dan barang-barang retail. Sales ini memiliki kecepatan, respon yang sigap dan proaktif. Mereka memiliki penguasaan general yang baik terhadap berbagai macam produk yang ada dan yang terpenting, sales jenis ini biasanya kreatif dalam menjawab pertanyaan aneh-aneh dari calon pembeli. Bahkan begitu kreatifnya, mereka juga jago “nge-les”. Salah satu karakteristik sales ini juga adalah kemampuannya mengingat pelanggan dan order-order mereka yang banyak. Jenis sales ini cocok menghadapi tipe-tipe DISC Dominan, Stabil, maupun Intim, namun bisa menjadi masalah berhadapan dengan orang Cermat jika mereka tidak menguasai produk dengan baik.
5. Sales Virtual
Inilah jenis sales yang unik, yaitu mereka punya kemampuan menjual secara virtual. Artinya, mereka ahli merencanakan strategi menjual melalui email, internet, website, atau mungkin telepon, namun tidak ahli dalam menjual face to face. Umumnya, penjual ini adalah orang yang rajin di hadapan komputer dan siap sedia hampir setiap saat. Gadget dengan koneksi internet menjadi senjata andalannya. Sales jenis ini akan sangat powerful jika ia menguasai salah satu teknik internet marketing bernama “HypnoWriting”.
Apakah kita bisa memiliki lebih dari 1 tipe? Bisa saja. Adakah sales yang memiliki kelima karakteristik di atas? Tentu ada, namun jumlahnya sangat sedikit sekali. Selling dan marketing adalah sebuah ilmu yang bisa dipelajari dan dikuasai.
Itu sebabnya, saya mengadakan workshop Hypnoselling dan DISC untuk membantu meng’upgrade kemampuan kita dalam menjual, memasarkan, dan mempromosikan produk-produk kita.
Semoga artikel ini memberikan nilai tambah bagi Anda.
Salam,
Josua Iwan Wahyudi
EQ Master Trainer Indonesia

Saya jelas tidak dilahirkan sebagai seorang penjual.
ShifThink kembali mengadakan workshop Hypnotic Presentation Skill pada tanggal 28 Mei 2011. Dari kapasitas kelas maksimum 12 orang, akhirnya melebar menjadi 14 orang.
Workshop diakhiri dengan pembagian “warisan” banner sebagai “wasiat” dari EQ Master Trainer Indonesia, Josua Iwan Wahyudi untuk menjadi seorang pembicara yang bukan hanya sekedar menyampaikan informasi, tetapi lebih dari itu menjadi pembicara yang berkata-kata dengan hati.
Setelah berkali-kali workshop “Menikah Adalah Bunuh Diri!” diadakan di berbagai tempat dan kota, pada tanggal 30 April 2011, untuk pertama kalinya ShifThink mengadakan versi publik dari workshop ini.
Pada tanggal 24 Maret, EQ Master Trainer kita Josua Iwan Wahyudi berkesempatan untuk membawakan workshop leadership selama 2 sesi di GIA Bandung.
Pada tanggal 5 Maret 2011, ShifThink kembali mengadakan gathering untuk para alumni workshop Emotion for Success. Dalam gathering kedua ini, EQ Master Trainer kita Josua Iwan Wahyudi membahas materi EQ baru yang memperlengkapi para alumni untuk memiliki kesadaran diri lebih kuat sekaligus mampu membangun hubungan lebih baik dengan orang lain.
Pada tanggal 5 Maret 2011, ShifThink kembali mengadakan public workshop MBTI. Sekitar 25 peserta selama 2 sesi mendapatkan pembelajaran mengenai MBTI dengan cara yang mudah dipahami, APLIKATIF, dan sangat menyenangkan. Belajar MBTI menjadi sangat mudah dan seru. Dengan adanya berbagai simulasi seru membuat suasana pembelajaran lebih hidup dan akrab.
EQ Master Trainer kita Josua Iwan Wahyudi berkesempatan untuk sharing mengenai pernikahan dalam topik “Facing Your Marriage”. Pada tanggal 26 Februari di Hotel Citra, di hadapan sekitar 40 orang peserta yang mayoritas sudah menikah, EQ Master Trainer kita Josua Iwan Wahyudi menjelaskan perbedaan-perbedaan antara pria dan wanita yang ternyata banyak tidak diketahui dan disadari oleh peserta.
Tanggal 25 Februari 2011, EQ Master Trainer kita Josua Iwan Wahyudi memberikan sesi inspirasi kepada puluhan guru di Sekolah Tunas Bangsa. Dalam sesi kali ini beliau membawakan topik tentang pentingnya memiliki fokus dan tujuan yang terarah.
Selama beberapa bulan terakhir ini, saya mengamati beberapa orang yang sedang membangun bisnis. Ada beberapa orang yang membangun bisnisnya dengan mulus. Ada beberapa orang yang bersusah payah di awal namun berikutnya menuai hasil. Dan tentunya ada juga beberapa orang yang mengalami kegagalan. Sepanjang pengamatan itu, akhirnya saya menemukan ternyata dalam membangun bisnis, ada 4 “nasib” yang terjadi: