EQ for Leader Abbalove Ministries

Pada tanggal 6 & 27 Agustus, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi diundang untuk memberikan workshop Kecerdasan Emosi (EQ) kepada sekitar 17 leader dari Abbalove Ministries wilayah Jakarta Barat. Selama 2 hari, Josua Iwan Wahyudi memberikan tips-tips EQ untuk mampu mengelola emosi diri-sendiri dan mengelola emosi orang lain dalam kaitannya dengan leadership dan relationship.

Dalam kesempatan ini, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi juga banyak mengajak para leader untuk melakukan refleksi diri apakah selama ini sebagai leader justru kitalah yang berperan dalam menciptakan pola-pola emosi yang tidak sehat bagi orang lain. Karena itu dalam workshop ini, peserta diajarkan tips-tips untuk melacak pola emosi diri-sendiri terutama pola emosi yang destruktif dan menghambat.

Melalui berbagai tools aplikatif, peserta dalam waktu singkat diajak untuk memetakan akar-akar emosional apa yang membuat tidak produktif dan mereka diberikan langkah-langkah praktis untuk membentuk pola baru yang lebih konstruktif. Selain itu, peserta juga diajarkan berbagai tips untuk membaca dan mempersuasi kondisi emosi orang lain.


Leadership Seminar GIA Bandung

Melanjutkan rangkaian program kepemimpinan untuk para leader dari GIA Bandung, untuk ketiga kalinya Master Trainer EQ Indonesia dari ShifThink, Josua Iwan Wahyudi diundang untuk memberikan seminar leadership pada tanggal 4 Agustus 2011.

Kali ini, Josua Iwan Wahyudi membawakan materi mengenai Building Relationship. Dalam seminar 2 sesi ini, tiap peserta mendapatkan tips-tips Kecerdasan Emosi (EQ) untuk membangun relationship yang baik dengan orang lain. Melalui berbagai contoh yang fun, aplikatif, dan mudah dipahami, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi menjelaskan prinsip-prinsip relationship melalui EQ yang harus dikuasai oleh para leader.


EQ Parenting IPEKA Sunter

Pada tanggal 23 Juli, Master Trainer EQ Indonesia dari ShifThink yaitu Josua Iwan Wahyudi diundang untuk memberikan seminar Kecerdasan Emosi (EQ) kepada para orang tua murid di Sekolah IPEKA Sunter. Dalam sesi seminar EQ kali ini, Master Trainer EQ Indonesia, Josua Iwan Wahyudi menyampaikan bagaimana proses terbentuknya pola-pola emosi seseorang. Salah satunya diakobatkan dari pola asuh dan lingkungan keluarga. Itu sebabnya dalam seminar EQ ini, Josua Iwan Wahyudi sebagai Master Trainer EQ Indonesia memberikan tips-tips bagaimana memberikan pendidikan EQ kepada anak-anak remaja.

Didukung oleh pengalaman beliau yang banyak mementor para remaja dan anak muda, Josua Iwan Wahyudi memberikan panduan-panduan bagaimana merawat Rekening Bank Emosi anak-anak zaman sekarang dan memotivasi para orang tua untuk selalu aware dan meng’upgrade tingkat kecerdasan emosi (EQ) mereka.

Dengan cara pembawaan yang fun, ringan, dan menyenangkan, seluruh peserta sangat terinspirasi dan mendapatkan tambahan knowledge yang sangat kaya.


Seminar Motivasi Candle Tree

Pada tanggal 18 Juli 2011, EQ Trainer Indonesia, Josua Iwan Wahyudi berkesempatan untuk memberikan sesi motivasi kepada sekitar 180an siswa siswi SMA Candle Tree di Serpong. Selama 2 sesi penuh setiap siswa mendapatkan berbagai insight dan motivasi untuk menjadi anak muda yang memiliki tujuan hidup dan berani untuk bermimpi. Dengan cara yang sangat interaktif, fun, dan menggunakan gaya bahasa anak muda, EQ Trainer Indonesia Josua Iwan Wahyudi memaparkan pentingnya memiliki tujuan dan memberikan contoh-contoh yang sangat kontekstual.

EQ Trainer Indonesia Josua Iwan Wahyudi juga sempat menjelaskan mengenai Multiple Intelligence, yaitu 8 jenis kecerdasan yang dimiliki manusia agar setiap siswa mengerti bahwa setiap orang dilahirkan dengan kecerdasannya yang unik. Dan setiap kecerdasan itu bisa dipakai untuk mencapai impian dan tujuan hidup mereka.

Sesi ini diakhiri dengan atmosfir motivasional yang kuat dan membangun keyakinan diri setiap siswa di SMA Candle Tree.


Leadership Seminar Bandung

Pada tanggal 30 Juni 2011, EQ Trainer Indonesia, Josua Iwan Wahyudi diundang untuk memberikan seminar kepemimpinan di ILTI Bandung. Kali ini beliau membawakan topik mengenai “Gaining Respect in Leadership”. Selama 2 sesi EQ Trainer Indonesia, Josua Iwan Wahyudi menjelaskan mengenai bagaimana proses munculnya respek terhadap seseorang dan bagaimana kita sebagai pemimpin bisa mendapatkan respek dari orang lain.

Dengan beberapa simulasi yang dilakukan, peserta mendapatkan gambaran bagaimana kekuatan respek bekerja dalam sebuah tim dan dalam proses kepemimpinan. EQ Trainer Indonesia, juga memberikan langkah-langkah praktis untuk mengelola diri-sendiri agar memiliki karakter-karakter yang dibutuhkan untuk mendapatkan respek secara otomatis dari setiap orang terutama tim yang dipimpin.


DISC @Work Public Workshop

Selain workshop Hypnoselling, pada tanggal 25 Juni yang lalu, Shifthink juga menggelar public workshop untuk salah satu dari 25 modul Shifthink Professional Series lainnya, yaitu DISC @WORK.

Workshop DISC ini terasa berbeda karena disampaikan dengan sangat fun, ringan, namun langsung menembak kepada kejadian sehari-hari sehingga materi lebih mudah dicerna dan dipahami. Selain itu, EQ Trainer Indonesia, Josua Iwan Wahyudi juga memaparkan kasus-kasus yang sering terjadi untuk menambah pemahaman peserta terhadap tipologi DISC.

Selama 2 sesi, EQ Trainer Indonesia, Josua Iwan Wahyudi juga menjelaskan aplikasi DISC di dalam pekerjaan, mulai dari bidang selling, memotivasi tim, melakukan persuasi, melakukan rekrutmen, hingga kepada placement dan leadership. Suasana yang fun dan seru mewarnai 2 sesi workshop DISC ini.

modul DISC ini juga termasuk salah satu modul yang bisa Anda dapatkan haknya untuk mengadakan sendiri di internal perusahaan sebanyak-banyaknya tanpa biaya ekstra.


HYPNOSELLING Public Workshop

Setelah launching sistem pelatihan terbaru Shifthink Professional Series (SPS), Shifthink mengadakan public workshop untuk salah satu dari 25 modul SPS yang ada. Pada tanggal 25 Juni yang lalu, modul yang dipilih untuk diadakan secara publik adalah workshop HYPNOSELLING.

Materi workshop yang sangat seru dan penuh dengan latihan langsung memancing banyak rasa penasaran dan peserta dibawa kepada berbagai teknik dan tips baru dalam melakukan promosi, selling, dan marketing.

Dengan banyaknya simulasi yang dilakukan, membuat waktu 2 sesi terasa begitu singkat dan bahkan terasa kurang. Namun, peserta mendapat banyak pembelajaran baru tentang teknik berjualan mulai dari mindset sales modern, teknik membangun kepercayaan dengan NLP, memakai body language untuk meyakinkan pembeli, hingga teknik hypnolanguage dan teknik mempercepat konsumen mengambil keputusan untuk membeli.

Modul Hypnoselling ini adalah salah satu modul SPS yang bisa diadakan di perusahaan dan perusahaan bisa memiliki hak untuk mengadakan workshop Hypnoselling sebanyak-banyaknya di perusahaannya sendiri.


Salesperson Versi 2.0

Teknologi sudah berkembang sangat jauh. Istilah “2.0” adalah istilah yang dipakai untuk menandai versi terbaru dari teknologi yang sedang berkembang sekarang. Tentu saja kalau kita membaca artikel ini 5 tahun lagi mungkin istilahnya sudah menjadi 10.0!

Lalu apakah yang disebut dengan Salesperson versi 2.0? Inilah istilah untuk menggambarkan para penjual dan marketer yang mampu memanfaatkan teknologi terkini untuk meningkatkan hasil penjualan dan memperbesar potensi untuk terjadinya pembelian.

Bagaimanakah ciri-ciri mereka? Atau tools apa saja yang dipakai untuk menempatkan diri kita dalam golongan para salesperson versi tercanggih ini?

1. Social Media
Tidak diragukan lagi, Facebook, Twitter, dan berbagai social media lainnya adalah sebuah alat gratis yang bisa menghasilkan banyak penjualan. Anda bisa bertemu LANGSUNG dengan calon pembeli Anda dan menawarkan produk di hadapan mereka tanpa harus pergi menjumpai mereka. Bahkan pengguna Facebook di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. Jadi, jika sebagai penjual Anda belum menggunakan social media sebagai salah satu alat penjualan Anda, maka Anda bisa mulai tertinggal oleh kompetitor Anda.

2. Website dan Search Engines
Pada era sekarang ini, internet adalah “katalog” favorit para pencari produk. Jika mereka kesulitan mencari referensi, internet menjadi alternatif paling cepat dan mudah untuk mereka. Itu sebabnya search engine seperti Google dan Yahoo menjadi sangat vital fungsinya. Ini adalah potensi besar bagi para penjual karena Anda bisa langsung menjumpai sang calon pembeli di saat mereka MEMBUTUHKAN! Tentu saja, kuncinya, Anda harus mampu muncul di dalam search engine ketika mereka mencari produk yang sesuai dengan barang Anda. Para Salesperson 2.0 adalah mereka yang menguasai cara menggunakan Search Engine untuk berjumpa dengan calon pembeli Anda.

3. Email
Email juga merupakan sebuah alat penjualan yang sangat ampuh. Meskipun kini sudah mulai banyak “spam” yang bertebaran dan orang mulai menseleksi ketat daftar email yang masuk ke dalam inbox mereka, namun sebenarnya masih banyak strategi dan tips yang bisa dilakukan untuk berjualan dengan menggunakan email. Bahkan, email bisa dibilang adalah alat penyebar brosur tercepat dan termurah!

4. SmartPhone
Tren pengguna BlackBerry yang meningkat pesan adalah sebuah tren yang bisa dimanfaatkan juga untuk berjualan. Lihatlah sekarang mulai menjamur online shop berbasis BB. Tentu saja, BB bukan melulu bisa dipakai untuk onlineshop, karena Anda bisa menggunakannya sebagai fasilitas Customer Service, Product Branding, dan sebagainya.

5. Software
Dan masih ada berbagai macam software yang bergentayangan di dunia maya yang bisa dipakai untuk mempermudah penjualan yang kita lakukan. Saya sendiri sudah memanfaatkan banyak fasilitas teknologi untuk berjualan. Bahkan persentase saya jualan adalah 70% internet & technology marketing dan hanya 30% traditional marketing (telepon, brosur, iklan, dan semacamnya). Ada sangat banyak software yang bisa membantu Anda.

Tentu saja semuanya kuncinya adalah NIAT BELAJAR. Jika Anda malas, maka cara Anda berjualan semakin lama akan semakin ketinggalan zaman. Teknologi memang pada awalnya tampak rumit untuk dipelajari, namun setelah Anda mampu menggunakannya, teknologi akan sangat mempermudah pekerjaan Anda.

Semoga artikel ini memberikan inspirasi dan pencerahan.

Salam 2.0,
Josua Iwan Wahyudi
EQ Trainer Indonesia
www.shifthinknow.com


Teknologi Mengikis EQ?

Sudahkah Anda melihat kemasan terbaru sebuah produk biskuit?

Tentu saja ini hanyalah “keisengan” para ahli digital imaging.

Dan bagi Anda yang bekerja di perusahaan produser biskuit ini semoga tidak marah kepada saya, karena perusahaan Anda mendapat promosi gratis.

Namun “keisengan” ini sebenarnya mengandung kenyataan yang sebenarnya cukup memprihatinkan kita semua. Kemajuan teknologi yang begitu luar biasa sadar atau tidak telah “menarik” kita dari kehidupan sosial yang alami kepada kehidupan sosial virtual.

Adanya Blackberry, Twitter, dan Facebook memang sangat menolong kita untuk berkomunikasi dan terhubung dengan orang lain, namun disaat yang sama, sekaligus juga sebenarnya mengikis kemampuan “live” social skill kita. Makin banyak orang yang tidak terlatih untuk berhubungan secara face to face dan lebih memilih menjadi sosok virtual.

Saya menjumpai cukup banyak orang, baik teman sendiri maupun orang lain yang tampak sangat “bawel” dan menyenangkan di internet namun begitu berjumpa dengan orangnya saya seperti menjumpai sosok yang sangat berbeda total. Dia menjadi pendiam, pemalu, tidak bersuara, hampir tidak melakukan kontak mata, dan benar-benar menutup diri. Gejala ini semakin banyak dan memunculkan para pribadi-pribadi virtual yang semakin enggan berjumpa dengan “turun” ke kehidupan nyata.

Di sisi lain, kemajuan pengetahuan dan teknologi semakin menuntut generasi muda untuk menjadi “pintar” dan harus tahu banyak hal. Lihatlah kurikulum pendidikan di sekolah kita. Ekstrakurikuler berjibun, orang tua mengikutkan anak berbagai macam les. Dan memang terbukti anak zaman sekarang lebih “canggih” IQ’nya namun di berbagai kesempatan saya berjumpa dengan anak-anak muda yang jadi “freak”. Topik pembicaraannya melulu mengenai teknologi tapi tidak punya banyak teman karena sulit menyesuaikan diri dalam pergaulan.

Melihat gejala sekarang ini, sungguh akan mengkhawatirkan jika nantinya muncul generasi “robot” yang berisi berbagai pengetahuan canggih namun tidak tumpul dalam hal emotional awareness dan social awareness. (meskipun mungkin kekhwatiran ini kesannya ekstrim namun bukan tidak mungkin terjadi). Belum lagi melihat isi status-status FB dan Twitter di sekeliling dunia maya kita. Penuh dengan “makian”, ungkapan hati yang tidak pada tempatnya, protes-protes yang sebenarnya membuka aib sendiri, dan komentar-komentar yang berkesan kurang dipikirkan. Gejala ketumpulan emosional ini semakin mendapat tempat dan “dipermudah” oleh teknologi yang muncul.

Sudah saatnya kita semua mulai melatih kesadaran emosional dan sosial kita sekaligus juga melatih emotional awareness anak-anak kita. Teknologi hanyalah alat. Jika kita menggunakannya dengan baik, kita mendapat keuntungan. Namun jika kita dikuasai oleh teknologi, kita bisa kehilangan kemanusiaan kita. Semoga saja kita masih memiliki waktu untuk berkomunikasi secara “tradisional” dengan keluarga kita. Misalnya dengan makan malam bersama, main ke Dufan, dan berbagai aktifitas alami lainnya.

Kapan terakhir Anda melakukannya dengan keluarga dan sahabat Anda?

Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi.

Salam,
Josua Iwan Wahyudi
Master EQ Trainer Indonesia

*Dapatkan artikel inspiratif secara periodik dengan mendaftar di milis Yahoogroups ShifThink. Cara mudah untuk registrasi: isilah email Anda di kolom sebelah kanan di halaman utama web ini*


Public Workshop HPS Mei

ShifThink kembali mengadakan workshop Hypnotic Presentation Skill pada tanggal 28 Mei 2011. Dari kapasitas kelas maksimum 12 orang, akhirnya melebar menjadi 14 orang.

Workshop ini sangat padat dengan latihan dan simulasi untuk langsung mempraktekkan materi yang sedang dibahas. Dengan suasana yang fun dan akrab, setiap peserta berlatih dengan penuh semangat dan antusias.

Selama 4 sesi penuh EQ Master Trainer Indonesia, Josua Iwan Wahyudi memberikan berbagai tips, penjelasan, dan puluhan teknik melakukan Subconcious presentation yang mampu memberikan informasi hingga langsung ke subconcious seseorang.

Workshop diakhiri dengan pembagian “warisan” banner sebagai “wasiat” dari EQ Master Trainer Indonesia, Josua Iwan Wahyudi untuk menjadi seorang pembicara yang bukan hanya sekedar menyampaikan informasi, tetapi lebih dari itu menjadi pembicara yang berkata-kata dengan hati.