INISIATIF: Pintu Sukses Karir

Bagi Anda yang memilih untuk mengejar kesuksesan melalui jalur karir sebagai karyawan profesional, Anda harus cukup familiar dengan kata “inisiatif”. Percaya tak percaya, jika Anda merumuskan indikator-indikator keberhasilan yang melekat pada semua orang sukses di seluruh dunia, Anda akan menemukan kriteria “inisiatif” ini di lebih dari 80% orang-orang hebat itu.

Bahkan, bukan hanya sekedar dalam dunia karir di perusahaan saja, sebenarnya kesuksesan dalam dunia entrepreneur, komunikasi, maupun kesuksesan berkeluarga sekalipun, semuanya membutuhkan sebuah inisiatif yang produktif.

Saya seringkali menjumpai bahwa orang yang menjadi pemimpin dan memiliki pengaruh besar, belum tentu orang yang paling pintar atau paling cakap, melainkan mereka yang lebih punya inisiatif untuk bertindak lebih dahulu. Saya menemukan banyak sekali orang-orang hebat yang karirnya segitu-segitu saja dikarenakan mereka terlalu pasif, baik pasif mengungkapkan pendapat, pasif menyongsong tanggung jawab, pasif dalam pergaulan, pasif dalam menawarkan solusi, dan berbagai macam pasif lainnya.

Lihatlah, dengan berinisiatif saja, sebenarnya Anda sudah 2 langkah lebih maju dari orang lain. Mengapa demikian? Karena dunia ini diisi oleh 60-70% orang yang pasif. Jadi, dengan menjadi inisiatif, Anda sudah membuka peluang Anda untuk maju lebih cepat dari orang-orang pada umumnya.

.

3 LANGKAH MENUMBUHKAN INISIATIF
.

1. Atasi Ketakutan-ketakutan Anda

Salah satu alasan seseorang menjadi pasif karena dia dihentikan oleh banyak ketakutan. Ada yang takut salah, takut malu, takut dibilang cari muka, takut nanti dipermalukan, takut gagal, dan berbagai ketakutan lainnya. Menurut hemat saya, sebuah usaha yang pasti gagal adalah usaha yang tak pernah Anda lakukan sama sekali. Artinya, jika inisiatif Anda memiliki resiko gagal atau menciptakan hal negatif, sebenarnya inisiatif Anda juga berpeluang menuai hasil positif juga. Anda takkan pernah tahu tanpa mencobanya. Jadi, daripada mencoba hal yang jelas-jelas gagal (yaitu ketika Anda pasif), bukankah lebih baik mencoba hal yang ada kemungkinan berhasil (dengan menjadi insiator)?

2. Lihatlah Kebutuhan yang Tak Terjawab

Latihlah intuisi untuk melihat kebutuhan-kebutuhan di sekitar Anda. Entah itu kebutuhan saat berkomunikasi, kebutuhan organisasi Anda, kebutuhan atasan Anda, kebutuhan pengembangan jobdesc Anda, kebutuhan penyempurnaan sistem kerja, atau kebutuhan apapun. Jika Anda mulai bisa melihat adanya kebutuhan-kebutuhan, maka itu artinya benih inisiatif sudah muncul, langkah berikutnya adalah Anda harus mulai BERTINDAK memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan itu.

3. Lakukan LEBIH Dari Rata-rata

Mulailah melihat apa yang bisa Anda lakukan lebih daripada yang bisa dilakukan orang lain. Dengan menemukan hal-hal “extra” yang bisa Anda tambahkan dalam pekerjaan, hubungan, maupun karya Anda, sebenarnya Anda sedang melatih intuisi inisiatif Anda. Hanya para inisiator yang mampu memberikan hal-hal lebih.

Selamat berinisiatif!
.

Josua Iwan Wahyudi
Master Trainer EQ Indonesia
@josuawahyudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *